3 Tips Usaha di Era Milineal Ala Sandiaga S Uno

  by

Purwokerto, Desember 2018.  Tidak kurang dari 350 pengusaha se-Banyumas Raya berkumpul dalam bincang bisnis guna membahas strategi bisnis di era milineal, hadir sebagai pemateri adalah Presiden IIBF Heppy Trenggono dan Founder Saratoga Investama Sandiaga Salahuddin Uno. “Pak Heppy dan Bangsa Sandi, hadir bersama kita ini ada 350 lebih pengusaha se-Banyumas, meliputi Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen” terang Fuad Sirojuddin Yahya selaku ketua penyelenggara saat pembukaan.

Ada banyak yang berubah di era milineal ini kata sandi, orang sekarang minumnya sinyal, makanya kuota, sehingga apapun usaha yang dilakukan harus menyentuh lingkup digital.

Pengusaha lokal harus menjadi juara. Tidak boleh hanya menonton. Jangan sampai 2030 ketika ekonomi Indonesia diprediksi menjadi 7 besar dunia bukan kita yang menikmatinya. Ada 3 tips yang sandi berikan kepada para pelaku UMKM se-Banyumas Raya agar mampu bersaing di era milineal dalam kesempatan tersebut.

Inovasi tiada henti, itu kunci yang pertama membangun usaha di era milinial ungkap Sandi.

“Internet of everything, digital ekonomi, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, harus mulai kita kuasai. Era milenial tidak akan jauh-jauh dari sana. Pelaku UMKM apalagi pengusaha IIBF harus jadi juara. Untuk itu hal pertama yang akan kami lakukan adalah menggratiskan pajak pengusaha UMKM Digital” terang sandi.

Kedua risktaking, berani ambil risiko. Tahun 2045 bangsa Indonesia di presdiksi menjadi kekuatan ekonomi nomer 4 di dunia. Kita ingin jadi pemain atau penonton, maka ambil risiko jika ingin jadi pemain. Peluang itu ada dan terbuka, ambil peluang itu.

Ketiga adalah proaktif, inilah the power of silaturahim lanjut Sandi. Menurut saya industry 4.0 itu kuncinya berjamaah, silaturohim terang Sandi.

“Uber misalnya  menjadi perusahaan taksi terbesar di dunia tanpa memiliki satupun armada, tanpa memiliki bengkel, tanpa memiliki depo-depo. Ada juga RBNB, jaringan hotel terbesar di dunia, tanpa memiliki satupun hotel, tidak punya receptionis, tidak punya food and beverage, namun memiliki valuasi 50 milyar dollar lebih” ungkap sandi.

Cara terbaik untuk mengukir masa depan adalah dengan mengukirnya sendiri dimulai dari sekarang pungkas Sandi. ANS