Archive : Author

Acceptance

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Jakarta, 22/01/2014. IIBF ada tidak untuk menghakimi atau menyalahkan orang lain. IIBF ada untuk menjadi tempat para pebisnis membicarakan masalah bisnis dan kehidupannya termasuk kesalahan yang pernah diperbuat di masa lalu. “Setiap anggota IIBF, terutama Vcoach dan Ambassador harus memiliki sikap acceptance,” kata Presiden IIBF di depan pengajian Al-Aqobah, Jum’at malam. Acceptance itu artinya sikap menerima semua orang yang datang kepada kita dan mendengar apa yang mereka sampaikan. “Orang-orang yang bermasalah itu perlu didengar bukan diceramahi apalagi dihakimi,” lanjut Heppy. Mereka itu sudah terlalu sering disalah-salahkan dan sudah pernah juga dihakimi, maka ketika mereka datangke IIBF harus diterima dan diperlakukan sebagai saudara.

Priangan Timur Yang Menggeliat

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Banjar Patomang, 23/12/2014. IIBF itu adalah tempat atau wadah orang-orang yang ingin bangkit dalam kehidupan dan bisnisnya. “Itulah sebabnya saya ingin agar IIBF juga ada di kawasan Priangan Timur,” kata Jaja Mujahid. Jaja adalah seorang pebisnis muda di bidang retail dan pengolahan biji plastik. Di sebuah rumah makan di ruas jalan antara Ciamis – Banjar, Jaja mengundang sejumlah pebisnis yang ada di wilayah Priangan Timur. Priangan Timur adalah kawasan timur tanah Sunda yang mencakup wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar yang berbatasan dengan propinsi Jawa Tengah.

Turn Around The Company

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Batu, 5/12/2013. Situasi sebuah perusahaan ada 3 kategori. 1. Growing. 2 Chaotic 3. Distressed. Perusahaan growing adalah perusahaan normal dan situasinya baik-baik saja. Namun bukan berarti tidak ada masalah, tetap ada masalah tetapi masih terkendali. “Perusahaan growing tetap perlu coaching,” kata Presiden IIBF, HeppyTrenggono di depan para VCoach (voluntary coach IIBF), di Batu, Malang, Kamis petang. Perusahaan growing, lanjut Heppy membutuhkan coaching untuk mengembangkan kapasitas, membangun budaya perusahaan, meningkatkan penjualan, mencapai goals dan lain-lain.

IIBF Berdiri Untuk Membangkitkan Yang Jatuh

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Serpong, 16/11/2013. Ada 3 hal yang menjadi penyebab tingginya angka kejatuhan pebisnis di Indonesia. Pertama, akses terhadap sumber daya (resources) sulit. Kedua, akses terhadap pasar yang sulit, Ketiga, Berbisnis tidak dengan ilmu dan skill bisnis. “Kisah tentang kejatuhan para bisnis ini terjadi di mana-mana, sejauh kami berjalan dari Aceh hingga ke Papua,” kata Aswandi As’an, Sekjen IIBF di depan peserta workshop Financial Literacy di Serpong, Sabtu siang. Kisah kejatuhan itu tidak Cuma bisnisnya saja yang mati tetapi pengusahanya terlilit hutang yang membuatnya kehilangan kehidupan.

Umroh Al Aqobah : Membangun Diri, Membangun Ekonomi, Membangun Ketakwaan

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Jakarta, 1/12/2013. IIBF akan mengadakan umroh bersama pada pertengahan Maret 2014. “Dalam skala kecil umroh bersama ini sudah beberapa kali kita lakukan, namun terbatas pada pengurus IIBF pusat saja,” terang Sodik, PO umroh bersama IIBF ini. Umroh bersama 2014 ini, lanjut Sodik untuk menjawab permintaan sejumlah pengurus dan anggota IIBF dari berbagai kota di tanah air untuk umroh bersama dengan Presiden IIBF, Heppy Trenggono.

Kebangkitan Ada Di Mana-mana

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Wonosobo, 9/11/2013. Udara dingin pegunungan langsung terasa begitu masuk ke kawasan Wonosobo. Hari yang mulai gelap ditambah dengan gerimis yang masih terus menitik membuat hembusan angin makin menggigit. Rasa lapar terasa lebih cepat dan mendesak. Warung sate dan mie ongklok khas wonosobo yang berjejer di sepanjang jalan menuju Dieng itu makin menggoda. “Kita berhenti dululah, makan malam sekalian. Sate dan mie ongklok itu kelihatannya perpaduan yang pas dengan udara dingin ini,” ujar Presiden IIBF, Heppy Trenggono tiba-tiba. Ajakan yang disambut gembira oleh Aswandi dan Sodik yang sudah sejak tadi menunggu kalimat itu. Land Cruiser hitam itu pun berhenti di sebuah warung mie ongklok di ruas jalan menuju ke arah Dieng. Rombongan ini akan bermalam di Dieng sebelum ke Semarang Minggu sore, besok.

Mereka-Mereka Yang Bangkit

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Jakarta, 02/10/2013. “Saya hampir tidak jadi berangkat ke workshop ini karena saya pikir IIBF tidak bisa lagi menciptakan kebangkitan-kebangkitan baru untuk mereka yang terpuruk,” kata Yusianto, pengusaha asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dia menyelipkan pernyataan itu dalam sesi tanya jawab workshop Debt Free Up Class, di Jakarta, Rabu siang. Dia mengaku telah melarang dua orang rekannya untuk ikut serta ke Jakarta untuk ikut workshop ini, sebelum dia memastikan bagaimana IIBF itu sebenarnya. Kepada Presiden IIBF Heppy Trenggono yang jadi pengajar utama di workshop itu Yusianto mengatakan tidak memiliki sumber informasi lain untuk memantau gerakan IIBF kecuali via internet. Karena di daerahnya di Kalimantan Tengah, IIBF belum berkembang seperti di daerah lain.

Mengajari Sampai Keliling Bawa Sound System Sendiri

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Lampung, 13/09/2013. Hidup ini tidak sekedar mengejar untuk menjadi orang yang sukses tetapi juga menjadi orang bernilai. Sukses berarti kita mampu membangun kehidupan yang berkualitas dan bisnis yang kuat. Dan bernilai artinya kita memiliki manfaat buat orang-orang dekat dan masyarakat di sekitar kita. Maka nilai seseorang diukur dari seberapa besar tanggung jawab yang diambilnya untuk membuat orang lain menjadi lebih baik. Ada orang yang mengambil tanggungjawab tingkat RT, tingkat RW, kampung, daerah, negara bahkan dunia.

Disiplin Kita Disiplin Perjuangan

POSTED ON January 4th  - POSTED IN Berita
Bandung, 28 /07/2014. “Tidak usah heran jika ada pengurus IIBF daerah yang saya lantik di Jakarta,” kata Presiden IIBF, HeppyTrenggono di depan pengurus dan anggota IIBF Jawa Barat, Sabtu petang. Heppy menjelaskan hal itu berkaitan dengan berdirinya IIBF Cabang Cimahi yang dilantik di sekretariat IIBF di Jakarta, akhir Mei 2013 lalu. Ketika itu ada 16 orang pengusaha asal Cimahi yang dipimpin Abdul Rozak meminta dilantik dan siap berjuang di daerah Cimahi, Jawa Barat. “IIBF boleh jadi tidak ada secara struktural di satu daerah tapi pejuang IIBF harus ada di mana-mana,” tegas Heppy. Maka, lanjut Heppy ketika ada orang yang dating dan menyatakan siap berjuang, tidak mungkin ditolak tetapi justru harus didukung. Tinggal perjalanannya yang harus dipantau dan evaluasi.

IIBF Membuka Pasar Timur Tengah

POSTED ON December 31st  - POSTED IN Berita
Jeddah, 9 Maret 2010, Lima buah taksi meluncur menembus udara pagi di jalan-jalan kota Jeddah. Taksi itu membawa 20 orang tim engine IIBF menuju Konsulat Jenderal RI Jeddah, Arab Saudi. Masuk gerbang utama Konsulat, tampak bendera merah putih berkibar gagah. Tepat di bawah tiangnya tertulis “Konsulat Jenderal RI Jeddah” dengan bertata pohon-pohon perdu yang mengelilinginya. Dua batang pohon kurma yang tumbuh di bagian depan halaman sedang mengurai bunga berwarna hijau yang keluar dari tengah mayangnya. Di tangga masuk gedung sudah menunggu 2 orang staf konsulat yang menyambut hangat. Setelah menunggu beberapa saat di ruang transit tim IIBF dipersilahkan masuk ke ruang rapat utama. Di ruang rapat bermeja oval itu itu sudah terpampang kalimat “SELAMAT DATANG IIBF” di white screen di bagian depan. Sekitar sepuluh menit kemudian Konsul Djoko Rahardjo masuk bersama 2 orang stafnya.