3 Tips Usaha di Era Milineal Ala Sandiaga S Uno

POSTED ON December 20th  - POSTED IN Berita

Purwokerto, Desember 2018.  Tidak kurang dari 350 pengusaha se-Banyumas Raya berkumpul dalam bincang bisnis guna membahas strategi bisnis di era milineal, hadir sebagai pemateri adalah Presiden IIBF Heppy Trenggono dan Founder Saratoga Investama Sandiaga Salahuddin Uno. “Pak Heppy dan Bangsa Sandi, hadir bersama kita ini ada 350 lebih pengusaha se-Banyumas, meliputi Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen” terang Fuad Sirojuddin Yahya selaku ketua penyelenggara saat pembukaan.

Tugas Kita Memimpin Umat dan Bangsa

POSTED ON December 18th  - POSTED IN Berita

Jakarta, Desember 2018. “ini kok ada cebongers masuk group ini. ini jelas kata-kata cebongers?” tulis seorang kader mengomentari postingan temannya di sebuah group WA IIBF.

 “Cebong adanya di got, di sini semua isinya anak bangsa” tegas Presiden IIBF, Heppy Trenggono merespon cepat agar tidak bergerak liar. Selengkapnya arahan Presiden IIBF terlampir.

“Cebong adanya di got, disini semua isinya anak bangsa”.

Jadilah TIM SUKSES AGAMA DAN BANGSA (1)

POSTED ON December 13th  - POSTED IN Berita

Malang, November 2018. Hakekatnya perebutan kekuasaan selalu membawa intrik dan konflik yang bisa mendalam dan berkepanjangan. Hal itu di ungkap Heppy Trenggono dalam acara Malang Business Series yang di gelar beberapa waktu yang lalu (24/11) ketika menyinggung maraknya aksi dukung mendukung namun menjurus pada tindakan tidak sehat dalam hubungan bertetangga, persahabatan bahkan keluarga. Jangan karena beda pandangan politik kita jadi bermusuhan. Jangan pula karena beda pilihan politik hubungan keluarga putus.

3 Hal Ini Harus Dilakukan Pemerintah Untuk Tumbuhkan UMKM Di Indonesia

POSTED ON December 7th  - POSTED IN Berita

Malang, November 2018. Tahu kah kamu bahwa bahwa UMKM menguasai 99,9 persen kegiatan usaha di Indonesia? Bahkan menyerap 97,03 persen lapangan kerja, serta menyumbang 62,58 persen porsi PDB bangsa Indonesia, sayangnya dengan dampaknya yang begitu besar seolah belum mendapat perhatian dan prioritas dalam pembangunan ekonomi Indonesia, hal tersebut tercermin dari rendahnya terhadap akses permodalan perbankkan yang hanya hanya 20 persen. Padahal UMKM terbukti handal dan tahan goncangan krisis moneter seperti yang terjadi 1997.