Eagle Tidak Memberi Materi, Tetapi Melakukan Tindakan Kepemimpinan

  by

Ciawi, 27 Februari 2020. IIBF ada untuk menciptakan pengusaha yang berbisnis layaknya pebisnis kelas dunia dan berprilaku layaknya muslim yang bertaqwa. Itulah pupore IIBF sehingga menjadi keniscayaan mutlak bagi organisasi untuk membangun kader yang memiliki ruh (spirit), integritas dan kompetensi sebagaimana dimaksud dalam purpose yang akhirnya kader akan mampu berkiprah tidak hanya di organisasi tetapi juga ditengah masyarakat, bangsa dan agama serta dalam percaturan dunia.

“TEKAD (Training Kader Dakwah) How To Be Debt Free” dirancang bukan untuk menciptakan penyampai materi HTBDF, lebih dari itu adalah untuk membuat kader IIBF yang memiliki kemampuan menggerakkan orang agar berubah sehingga perlu dibekali kemampuan-kemampuan seperti Leadership Speech yang telah kita bahas sebelumnya.

Bagi kader yang telah dinyatakan siap akan dikukuhkan dan disematkan “IIBF Eagle” kepadanya, sebaliknya yang belum akan dilakukan pembinaan lanjutan. Dalam pengukuhan “IIBF Eagle”, Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) berpesan tentang 3 karakteristik “IIBF Eagle”. Mari kit aulas satu persatu.

Pertama, Eagle tidak memberi materi, tetapi melakukan tindakan kepemimpinan dengan LS (Leadership Speech).

Mengapa Eagle adalah soal tindakan kepemimpinan karena seorang pemimpin itu tidak harus bisa ngomong tetapi harus bisa memutuskan. Dia harus tahu kapang ngangguk dan kapan harus menggeleng. Kalau dibalik rusak semuanya. Menjadi teladan juga merupakan tindakan kepemimpinan.

Hal lain yang juga termasuk tindakan kepemimpinan adalah Leadership Speech. LS bukan tentang teknik karena LS tak kan lahir dari orang yang otaknya kosong. Tidak akan lahir dari orang yang tidak memiliki keyakinan yang mendalam. Diapun disampaikan dengan cara tersendiri karena mewakili sebuah keyakinan. Jadi ini bukan public speaking. Karena saat berbicara berdua pun dia harus tetap LS.

LS itu bentuknya message, ada pesan yang akan disampaikan dan pesan ini menggerakan. Tidak usah risau jika hari ini merasa belum bisa atau masih susah dalam mengkontruksikannya, yang harus dipastikan adalah anda angkat cara berfikirnya terlebih dahulu. Mengapa HTBDF ini saya bawakan?

“Yang harus anda sadari bahwa anda kesini (mengisi acara HTBDF) bukan untuk tepuk tangannya, atau supaya kelihatan hebat, tetapi saya kesini untuk membuat perjuangan ini bergerak, saya kesini agar orang-orang ini berubah mindsetnya. Saya kesini untuk membantu mereka menjadi orang-orang yang lebih baik” jelas Presiden IIBF memberi contoh alasan mengapa membawakan HTBDF.

Bukan juga untuk menghibur atau ingin menyenangkan audiens, karena kalau itu justru akan membuat anda akan menjadi orang lain. Itulah dakwah, membuat orang menjadi lebih baik, yang dulu berbuat buruk berhenti keburukannya, yang dulu telah berbuat baik terus berlanjut. Ini kegiatan yang tidak pernah berhenti.

Kedua, Eagle adalah wujud dari IIBF. Mewakili IIBF di lapangan. Membawa Purpose IIBF, Visi IIBF, perjuangan IIBF.

Artinya menjadi refleksi dari visi IIBF, menjadi wujud dari kenapa IIBF itu ada sehingga languagenya juga language IIBF, pembelaannya juga pembelaan IIBF. Meskipun kita sadari bawha kita masih jauh dari sempurna karena itulah proses dakwah. Jadi Eagle jangan meng-klaim paling bebas riba itu berat.  Bukan soal lebih hebat tetapi memiliki keinginan untuk melakukan.

Eagle harus melalui tahapan seleksi, ada yang merekomendasi. Saya berharap acara seperti ini dilakukan secara massif. Ini sangat penting untuk pergerakan kedepan. Saya berharap orang-orang yang memiliki karakter yang kuat, pembelaan yang jelas lah yang akan mengisi pos-pos dalam setiap sendi berbangsa dan bernegera kedepannya” terang Presiden IIBF.

Ketiga, Eagle itu bukan persoalan kepandaian, tetapi persoalan komitmen.

Komitmen untuk berbuat baik, komitmen untuk berkontribusi, komitmen untuk memperjuangkan cita cita perjuangan. Menjadi Eagle tidak harus menguasai semua materi, bahkan tidak bisa bicara pun bisa menjadi Eagle.

Menyampaikan Al quran saja tidak harus menguasai seluruhnya, tahu satu ayatpun harus disampaikan. Lalu mengapa kita tidak memberi ruang hanya karena belum semua materi  mampu dia kuasai. ANS