Hidup Mu Akan Segera Berubah Kalau Mau Melakukan Ini

  by

Bandung Barat, 23 Maret 2019. “Berbagai seminar telah saya ikut, buku dan e-book sudah saya baca, video motivasi pun tak luput dari tontonan, tapi mengapa hidup saya sulit berubah? Beragam produk pengembangan diri seolah tidak bekerja bagi saya”. Itu bukan kali pertama saya mendengar pernyataan dan pertanyaan seperti itu, termasuk belum lama ini dalam sebuah acara yang di gagas Paguyuban Pengusaha Muslim Bandung Barat (PPMBB) pada (23/3) yang dihadiri 500-an pengusaha. Kepada peraih Tokoh Perubahan Indonesia tahun 2011 H. Heppy Trenggono, hal senada di tanyakan oleh seorang ibu paruh baya.

“Coba sebutkan 20 keinginan yg sangat ibu harapkan segera terjadi atau paling tidak sebelum meninggal?” CEO Balimuda Group balik bertanya. Tak segera mengalir jawaban darinya, tampak masih harus berfikir bahkan untuk 5 keinginan pertamanya.

Hidup Bapak/Ibu akan segera berubah kalau mau melakukan hal ini. “Ada 3 hal yang harus dilakukan, hidup Bapak/Ibu akan segera berubah”, lanjut Heppy mengungkapkan rahasia agar hidup segera berubah.

Pertama, tuliskan 40 keinginan, ingin menjadi siapa sebelum meninggal. Ingin menjadi pengusaha sukses, ingin menjadi bapak asuh bagi ribuan anak kurang mampu, ingin menjadi penulis best seller, ingin menjadi suami yang sholeh, menjadi pemimpin yang dibanggakan keluarga, agama dan bangsa, serta masih banyak lagi contoh lainnya.

Kedua, tuliskan ingin melakukan apa sebelum meninggal. Misal ingin menghajikan orang tua, ingin men-sekolahkan adik-adik hingga S3, ingin membantu pengusaha yang terlilit hutang, dan lain-lain sebanyak 40 buah. Ketiga, ingin memiliki apa sebelum meninggal, juga sebanyak 40 buah.

Menurut riset, orang yang menuliskan 120 keinginannya, minimal 90-nya akan tercapai. Keinginan itu sangat basic, banyak orang tidak kemana-mana karena apa yang diinginkan tidak jelas.

Keinginan bukan sesuatu yang haram, kalau tidak diperbolehkan tentu sudah dilarang dan tidak mungkin dianjurkan kita untuk berdoa. Dalam kitab “Mafahim” karya as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dijelaskan bahwa Allah SWT justru sangat senang ketika hamba-Nya meminta, maka beliau pun menganjurkan agar ketika meminta, bermunajat kepada-Nya lakukanlah dengan terinci.

Heppy mengingatkan banyak dikalangan umat Islam yang malu-malu untuk mempunyai keinginan, seolah kita ini gak boleh punya, takut disebut panjang angan-angan sebagai apologinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membuat suatu garis persegi empat, dan menggaris ditengahnya sampai keluar dari persegi empat tersebut, dan sebagian besar manusia seperti itu terang beliau, panjangan angan-angan. Begitulah cara Baginda Rasul mengajarkan kepada umatnya, perpindahan dari bentuk nyata kepada bentuk mentalitas ilmiah yang berhubungan dengan iman, akhlak dan ibadah.

Sebagai contoh lain yaitu Rasulullah SAW melihat seorang perempuan tawanan perang berlari mengejar anaknya seraya tidak peduli keadaannya, kemudian dia mengambilnya dan menyusuinya seolah-olah tidak terjadi sesuatu. Kemudian beliau berkata: “Apakah kalian semua mengetahui kadar kasih sayang ibu ini kepada anaknya atau bahagianya ibu ini sebab bertemu dengan putranya?” Mereka berkata: “Ya.” Lalu Rasulullah bersabda: “Maka Allah lebih mengasihi hambanya atau lebih senang atas taubatnya seorang hamba dari pada kebahagian sang ibu sebab bertemu dengan putranya.”

Atau ketika Rasulullah menjadikan bangkai anak kambing yang cacat sebagai pelajaran nyata di dalam menjelaskan nilai dan hakekat dunia yang tidak pantas untuk diperebutkan, dipersaingkan, saling iri dengki dan saling bermusuhan di dalam hadist yang lain.

Demikian juga ketika Rasulullah menjelaskan manusia yang panjang angan-angan, tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka mempermudah dalam memahami kebenaran dan menggambarkannya. Itulah rambu yang harus kita perhatikan agar tidak terjebak sehingga masuk dalam kategori sebagaimana hadist tersebut.

“Saya mencari betul, dari berbagai sumber dan referensi, apa itu panjang angan-angan? Jadi panjang angan-angan adalah ketika semua yang dilakukan tidak ada urusannya sama akherat, tidak ada urusannya sama Allah SWT, itu lah panjangan angan-angan, merasa akan hidup selama-lamanya tanpa pernah mati” pungkas Heppy.

Kalau keinginan dilarang kita sudah dilarang berdoa dari dulu, karena doa itu isinya keinginan. Jadi keinginan itu tidak dilarang, justru harus diperjalas sehingga bergerak menjadi amal sholeh, pemacu diri meraih kemulian dan menapaki jalan menuju cita-cita yang di redhoi-Nya. Kalau ada hal yang harus selalu kita hidupkan, itu lah keinginan, tanpanya kita tiada energi. Semuga Allah memudahkan langkah perubahan kita semua. Amin. Ans