IIBF Kukuhkan 3 Foster Dalam Silatnas Ke Sepuluh

  by

Surabaya, 10 November 2019. Sebagai sebuah organisasi yang memiliki komitmen dalam membangun agama dan bangsa, dalam menggalang persatuan dan memperkokoh barisan serta menyelematkan ekonomi umat agar ikut memainkan peran ekonomi nasional, Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) terus mempersiapkan kader-kadernya. seperti pada silatnas ke sepuluh (satu dekade) yang dihelat di Surabaya 8-10 November 2019, IIBF kembali mengukuhkan 3 (tiga) orang kadernya menjadi Foster.

Mereka adalah voluntary coach yang telah melalui serangkaian proses dan dinyatakan memenuhi kualifikasi, mereka yang telah memutuskan menjadikan IIBF sebagai wadah dan jalan perjuangan, bagi mereka yang mau mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membantu organisasi, kader, anggota dan pengusaha Indonesia pada umumnya.

Berikut adalah 3 profile Foster IIBF yang baru :

1. Ruswanto,

Pemilik IIBF ID 000.000000.0093 adalah pengusaha asli Banyumas namun kini menetap di Pekalongan. Kini dia menjabat sebagai Ketua Daerah IIBF Pekalongan. Jiwa entrepreneurship Ayah dari 4 orang anak ini sudah tumbuh sejak sekolah, ketika aktif di IPNU Bersama teman-temanya sering berjualan hingga Pekalongan dan Batang untuk menutupi kebutuhan pendanaan organisasi.

Pertemuan dengan IIBF karena dorongan besar dalam dirinya yang ingin bertumbuh. Wanto merasa perlu untuk mencari mentor agar bisnisnya bisa bertumbuh agar tidak segitu-gitu aja akunya. IIBF menjadi satu-satunya organisasi pengusaha yang ikuti.

Suami dari Nur Syarifah kini menggeluti usaha fashion muslim dan kuliner. Dalam paper diskursusnya menjadi IIBF Foster mengambil judul “Menentukan Parameter Bisnis yang Tidak Layak Dilanjutkan”.

2. Buyung Z. Abidin

Adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang EPC, dan ME kontraktor sejak tahun 2002 silam. Lulusan sarjana Teknik mesin Universitas Indonesia ini senantiasa mengajak serta istri dan putra-putrinya dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan IIBF. Entah,  berapa kali Buyung mengikuti Financial Literacy, kadang bersama anak kadang bersama istri kadang semuanya dibawa. Pemilik IIBF ID 000.000000.0107 kini juga menjabat sebagai Ketua Wilayah IIBF Jakarta Raya.

Sebagai seorang pengusaha senior, buyung ingin ikut mendayagunakan pengalaman, waktu dan ilmunya untuk banyak membantu yang lain. “perjuangan menggapai ridho ilahi” itulah perspektif Buyung dalam menjelani setiap detik perjalanan ini.

“Belajar dari bill gate dalam mengindetifikasi peluang bisnis” adalah paper yang dia angkat dalam diskursus menjadi seorang Foster IIBF.

3. Satriyani Okbri

Merupakan pengusaha kontraktor yang juga mengajar sebagai dosen disalah satu perguruan tinggi di kota Pelambang. Bapak satu anak ini mengaku menemukan makna mengapa dia ada setelah berjumpa dengan IIBF. Sebab itulah Okbri ingin menjadi bagian dari sejarah IIBF menuliskan jejak perjalanan dalam membangun pengusaha-pengusaha di Indonesia.

Bagi Okbri yang juga Ketua Wilayah IIBF Sumatera Selatan, IIBF adalah satu-satunya organisasi yang diaktif terlibat didalamnya. Selain sebagai kontraktor, pemilik IIBF ID 000.000000.0121 ini juga memiliki kesibukan lain sebagai pembina dan pendidi Yayasan Global Indo Perkasa yang bergerak di Pendidikan formal Sekolah Islam Al Alifah Jakabaring dan TK Khalifah 27 Jakabaring yang kemudia ia jadikan sebagai peper diskursus menjadi Foster IIBF dengan judul “Membangun keharmonisan dan budaya masyarakat sekolah dengan penguatan karakter 13 behaviour IIBF pada lingkungan sekolah Islam Al Alifah Jakabaring”.

Melalui hal itulah ia mengaku sekolahnya zero complaint. Luar biasa bukan dampak dari pembangunan karakter.

Selamat datang Foster. Ini baru awal dari babak baru perjuangan dalam mengakselerasi tercapainya misi, visi dan peneguhan purpose mengapa kita (IIBF) ada. Yakinlah Allah SWT bersama kita. Amin. ANS