IIBF PayForward Aktif dalam Program Pasca Bencana di Lombok dan Palu

  by

Jakarta, Desember 2018.  Bagi Indonesia yang memiliki intensitas bencana alam tinggi seperti gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, letusan gunung api, puting beliung, dan lain sebagainya penting untuk mengembangkan system pemulihan ekonomi pasca bencana alam. Daerah yang terkena bencana membutuhkan energi lebih banyak untuk kembali menghidupkan sendi-sendi ekonominya, pengangguran yang tinggi, pendapatan daerah berkurang, investasi terhenti serta munculnya kantong-kantong pengungsian  yang juga rawan terhadap bencana sosial seperti kriminalitas, putus sekolah hingga kemiskinan sangat membutuhkan aliran dana (investasi) atau stimulus dari pemerintah guna membangun kembali infrastruktur, meningkatkan daya beli dan membuka lapangan pekerjaan. Kekuatan ekonomi daerah perlu dipulihkan seperti sebelum bencana.

Hal itu yang mendasari kemana arah dan fokus dari IIBF PayForward akan mendayagunakan kompetensi dan potensi yang dimiliki yaitu bergerak dalam pemulihan pasca bencana. Menurut Kornas IIBF PayForward Ahmad Yuli Susanto, pihaknya tetap membantu ketika masa tanggap bencana namun program unggulannya adalah recovery pasca bencana yang menjangkau aspek ekonomi dan pendidikan.

Seperti yang dilakukan di Lombok dan Palu, penyaluran bantuan yang digalang dari internal anggota IIBF dilakukan melalui pendampingan usaha bagi pelaku UMKM disana terang Yuli. Adiansyah, kader IIBF asal Lampung ditunjukan untuk menjadi Pimpro program recovery di Lombok dan Palu. Dia menerangkan bahwa dari rencana awal ingin menjangkau 50 pelaku UMKM dalam memberikan stimulus berupa peralatan usaha, modal usaha dan pendampingan usaha telah melampaui, total kini ada 80 pengusaha lokal yang didampingi, diberikan modal usaha dan peralatan usaha. Melalui jaringan IIBF tidak jarang kami bantu mereka mendapatkan market baru guna meleverage usaha yang sedang di rintis kembali lanjut Adi.

“Kami berikan kailnya, bukan ikannya, oleh karenanya kami lakukan pendampingan bisnis dengan membuka kelas bisnis. Kadang kami temukan dengan pasar lain di luar daerah dengan memanfaatkan jaringan IIBF. Harapannya ini sekaligus menjadi momentum memperbaiki cara bermain bisnisnya” terang Adiansyah.

Dilapangan Adi banyak melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat agar program recovery yang di susun dan dijalankan oleh IIBF PayForward bisa berjalan maksimal.

“Kami membangun komunikasi dengan bupati, camat, lurah dan tokoh masyarakat setempat demi lancarnya program recovery ini” terang Adi.

“Misalnya pada 30 Desember nanti kami akan adakan workshop strategi jitu lepas dari lilitan hutang, rahasia bangkit dan membangun kekayaan, di masjid Ar-Rahim Palu dengan melibatkan komunitas lokal. Target utamanya adalah mitra binaan namun kami juga untuk umum, gratis. Yang ingin ikut bisa menghubungi panitia lokal Palu saudara Araz 08114411212” papar Adi.

Ahmad Yuli juga berharap apa yang dilakukan pihaknya bisa menginspirasi pihak lain sehingga dalam hal penanganan bencana tidak semata fokus pada tanggap darurat namun juga menyentuh hingga pemulihan atau recovery nya. Masyarakat yang dermawan adalah modal bagus bagi bangsa Indonesia, bisa dilihat ketika becana terjadi dari berbagai penjuru negeri ikut mengirimkan bantuannya, tinggal selangkah lagi adanya lembaga khusus, bisa oleh pemerintah yang menangani pasca tanggap darurat guna percepatan pemulihan lokasi bencana, harap nya. ANS