Perang Dagang USA – CHINA

  by

Surabaya, 8 November 2019. Banyak yang berfikir kalau perang dagang Amerika dan China dimulai ketika Amerika ditandai dengan melarang beberapa produk China serta memberikan pajak yang tinggi untuk beberapa produk yang lain. Seolah semua lupa bahwa China lah yang memulai, sudah sejak lama China melarang google, facebook, dll. Baru si “gila” trump saja yang merespon perang dagang yang disulut China. Ia tidak ingin negaranya hanya jadi pasar bagi produk bangsa lain apalagi tanpa perlawanan. Itulah tema pertama yang diangkat saat pembukan Silatnas dan Beli Indonesia festifal di DBL Arena, Surabaya (8/11) malam oleh Presiden IIBF Heppy Trenggono.

Di hadapan 725 perserta silatnas yang telah hadir, peraih tokoh perubahan Indonesia bidang ekonomi Republika 2011 ini memberikan perspektif bahwa ketika menyoal perang dagang, sejatinya bukan “semata” ekonomi jauh dari itu, jika diperhatikan perang dagang juga mempertontonkan adu nasionalisme yang luar biasa. Bagaimana di tengah globalisasi dan pasar bebas, secara terang terangan mereka berusaha melindungi kepentingan bangsanya. Yang mana itu belum tampak terjadi di Indonesia.

Aneh bukan jika ada pejabat negara yang membangun narasi agar kita “membebek” ke salah satu. Ada lagi yang mengatakan nasionalisme kantongin aja di era begini (pasar bebas). Itulah kesalahan berfikir, sama halnya kayak pertanyaan enak mana dijajah VOC (Belanda) atau dijajah Jepang? Tentu tidak ada yang enak karena sama-sama dijajah judulnya.

Mengapa tidak membuat narasinya sendiri yaitu dengan memperjuangkan nasib bangsa sendiri. Bebas aktif. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Kita tidak anti asing, kita anti penjajahan. Mengapa bangsa ini merdeka semua sudah tertuang dalam pembukaan UUD 1945 sayangnya akibat amandemen yang kebablasan banyak undang-undang yang tidak lagi menjiwai amanat pembukaan UUD 1945.

Hei, bangun. Sudah saatnya kita menyadari kekeliruan ini. Mendesak agar kita segera kembali, kenali siapa jati diri kita dan mengapa memperjuangkan kemerdekaan yang kemudian dibayar dengan harta dan jiwa oleh pendahulu bangsa. Meski para penjajah itu (Belanda & Jepang) melakukan pembangunan jalan dari anyer panarukan, membangun rel kereta api yang menghubungkan kota-kota namun para pendulu bangsa ini tidak silau, mampu melihat dengan jernih bahwa semua itu bukan untuk (kepentingan) bangsa kita.

Lihatlah sejarah bro. Sejarah bagaimana bangsa ini diperjuangkan. Sejarah bagaimana kemerdekaan ini dipertahankan. Jangan berharap bangsa lain akan menghargai bangsa kita jika kita sendiri tidak kenal siapa diri kita sesungguhnya. Apakah inisiatif OBOR dilakukan dalam rangka membangun kembali kejayaan bangsa kita? Atau ada yang sedang mencoba merangkai narasi untuk mewujudkan kembali masa kejayaannya?

Perang dagang Amerika – China adalah suguhan adu nasionalisme, adu strategi melindungi pasar dalam negeri dari gempuran produk lawan (asing) agar potensi yang dimiliki diperankan oleh pelaku dalam negeri. Mampu kah kita melihat hal itu? Mewujudkan kebangkitan ekonomi Indonesia di tengah derasnya serbuan pemain asing di mana globalisasi/pasar bebas/perang dagang kita respon dengan diplomasi ekonomi yaitu membela produk saudara sendiri. Beli Indonesia. Bela Indonesia. ANS