Target Market

  by

“Pak Heppy, saya sudah menyebarkan banyak flyer dan pamflet dalam setiap kesempatan dan acara. Tapi sampai sekarang sangat sedikit orang yang datang ke butik saya.” Seorang entrepreneur perempuan bercerita dalam forum bisnis di Universitas Islam Riau, Pekanbaru beberapa waktu lalu. “Target market ibu siapa?” saya bertanya. “Semua orang, Pak!” jawabnya yakin.

Sebagian besar pebisnis memiliki pandangan yang sama dengan kisah di atas, yang menganggap semua orang sebagai target market dari produk yang ditawarkannya. Dan yang sering terjadi adalah hasilnya sama dengan kisah di atas. Karena orang yang menganggap dapat menjual kepada semua orang adalah orang yang tidak akan menjual kepada banyak orang. Karena apa? tidak semua orang membutuhkan produk itu dan dia tidak memiliki target market untuk produknya.

Banyak orang berkesimpulan bahwa bisnisnya sudah tidak menarik lagi dan harus segera beralih ke bisnis lain karena sudah banyak energi yang dikeluarkan untuk promosi dan marketing sementara sale tidak kunjung growth. Padahal sangat mungkin penyebabnya adalah karena dia tidak mendefiniskan secara jelas siapa target marketnya. Akibatnya semua strategi dan keputusan salah bermula dari tidak jelasnya target market.

Target market is very vital in your business. Target market yang jelas akan menentukan banyak hal. Target market akan menentukan bagaimana karakter kita dan produk kita, kantor kita seperti apa dan bagaimana kita bersikap. Target market juga akan menentukan bagaimana kita berkomunikasi , event yang kita rancang, bahasa yang kita pakai dalam promosi, media yang kita pilih untuk iklan dan lain-lain. Pendeknya sebelum kita berbicara lebih jauh tentang strategi marketing dan lain-lain hal pertama yang harus kita rumuskan adalah siapa target market kita.

Orang yang bisa merumuskan target market dengan jelas akan mudah mengetahui dengan siapa dia akan berkompetisi. Karena dia dapat mengetahui pihak mana yang telah menyentuh orang-orang yang menjadi target marketnya. Tinggal menciptakan produk yang kompetitif dan menerapkan strategi untuk memenangkan kompetisi itu. Dan orang yang mengetahui dengan pasti target marketnya juga akan dengan mudah menentukan leverage atau pihak yang akan menjadi pengungkit untuk membantu memasarkan produknya. Sehingga dengan sedikit energi dapat menjual banyak .

Apapun bisnisnya selalu ada target marketnya. Kesalahan menentukan target market akan menyebabkan kesalahan-kesalahan yang lain. Seorang pedagang sembako misalnya menentukan target marketnya adalah ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di perumahan. Padahal boleh jadi target marketnya adalah para pembantu yang bekerja di rumah tangga itu. Karena merekalah yang membeli dan menentukan apa saja yang harus dibeli. Dengan sedikit ekstrim, bila kita menjual makanan burung atau kucing, siapa target market kita? Yang jelas pasti bukan burung atau kucing itu, karena mereka tidak pernah membeli.

Siapa target market itu ? Target market adalah orang yang menjadi core customer dari produk yang kita jual. Kepada merekalah kita harus banyak berbicara tentang apa yang harus kita lakukan agar mereka terus kembali untuk membeli produk kita. Dan tugas kita adalah bagaimana membuat mereka itu untuk terus kembali untuk membeli.